
- Pinto Anugrah-
kita didekatkan dengan bola dan kita dijauhkan dengan pertengkaran.
mungkin memang salah aku begitu aku mulai berlajar “mencoba” suka sama kamu. aku hargai bagaimana pengorbanan kamu untuk mendekati aku. bagaimana kamu memulai untuk menyukai aku terlebih dahulu ketika pertama kali kamu melihat aku waktu itu di taman budaya dan kebetulan kita sama-sama menjadi panitia di book fair sumatera barat dan aku baru mengenal dan melihat kamu. yang aku tau hanyalah kamu bernama kotik dan keturunan belanda, lucu, baik dan murah senyum.
awal kamu mendekati aku waktu itu kamu pura-pura mengirim sms yang modusnya salah kirim. namun seiring berjalannya waktu kamu mencoba untuk mengenal dunia aku yang mana itu sangat jauh berbeda. kamu dengan dunia mahasiswa tingkat akhir sedangkan aku dunia anak kelas 2 SMA. ya, perbedaan kita yang 6 tahun membuat kita menjadi mengenal satu sama lain.
13 september. ya tanggal itu, aku mencoba menerima kamu setelah berapa bulan lamanya yang aku gak tau juga sudah berapa kali kamu menembak aku. dan kita juga didekatkan oleh teman “kita”, icha yang kemudian aku tahu itu menjadi selingkungan antara kamu dan aku ketika kita masih bersama. tapi, itu sudah menjadi bagian masa lalu, buat apa aku harus marah.
hubungan kita yang semakin serius ditambah umur kamu yang sudah semakin matang mungkin bagi kamu, aku mengganggap itu bukan apa-apa. aku hanya takut, kalau nanti kita memiliki ikatan lebih (pertunangan) itu membuat aku menjadi berbeda. aku menghargai niat baik kamu, kamu yang selalu menuruti permintaan aku untuk menyimpan hubungan ini dalam relasi kita yang waktu itu di salah satu koran ibu kota sumatera barat, yang mana juga kita dpt pertentangan dari pimpinan redaksi dan redaktur aku. kamu juga yang sudah menyusun rencana kita untuk beberapa tahun kedepan yang mungkin kalau kita masih bertahan, kita sudah menikmati indahnya rencana itu di Belanda.
tapi, itu semua maunya kamu. aku tidak pernah meng-iyakan juga men-tidakkan. aku hanya tersenyum. juga salah aku ketika akhirnya kita pisah dengan cara yang tidak wajar sampai akhirnya aku merasa menyesal hingga 3 tahun kemudian aku masih menyimpan rasa rindu, kangen dan penyesalan. tetapi, sekali lagi aku minta maaf. sampai kapanpun kamu mencintai aku, menunggu aku dan kamu bersedia untuk apapun sampai kamu menunjukkan perubahan dari diri kamu sesuai dengan yang aku mau tapi kita tidak bisa kembali seperti dulu. bagi aku, dulu sama sekarang itu tidak sama. juga bagaimana perasaan aku ke kamu dan perasaan kamu ke aku.
aku hanya berdoa dari sini. dalam puisi-puisi cinta yang selalu kamu kirimkan. dalam perjalanan kamu mencapai titik tertinggi sekolah dan sampai kamu mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan pasangan yang lebih baik dari aku.
jangan pernah harap aku lagi. aku berharap kamu bahagia dan aku akan selalu mendoakan yang terbaik.
maaf untuk mama, papa, kakak, adik-adik kamu. aku gak bisa bersama kamu untuk kedepan. tapi aku berharap silahturahmi ini akan tetap terjalin.
terimakasih untuk waktu yang pernah kamu isi dalam kehidupan aku. anak lanun ku :)
mungkin gw sedikit tertutup untuk masalah hati. bukannya gak mau tapi memang belum saatnya (menurut gw).
kalau kata mama, dari kecil gw memang gak mau dekat bahkan kalau ada yg mau gendong, gw malah nangis. bahkan pas perayaan ulang tahun. gw gak mau duduk manis dengan muka cantik, baju bagus, liatin lilin padahal gw gak tau yg mau dipotong juga apa tapi karena “party” itu selalu ada, jadi gw selalu digantiin sama kakak gw untuk duduk tiup lilin. gw? cuma selalu digendong mama. mungkin itulah yang membuat gw gak mau dekat dan gak mau terbuka mengenai semua hal kecuali sama mama..
tapi, ada yang unik. gw selalu diwanti-wanti mama untuk gak pacaran dulu krn takut nanti masa depan gw jadi suram. (* lihat kejadian rumput tetangga kayaknya) tapi, setiap gw dekat sama seseorang, pasti dan selalu hanya gw, dia dan Tuhan saja yang tau. bahkan mama sekalipun gak gw kasih tau (takut diceng-ceng in mama). dan suatu ketika gw punya teman. teman ini merupakan teman gw dariiiii kecil, tapi kita cuma ketemu pas Les Bahasa inggris di tempat pak seng. haha (masa kecil yg selalu membuat ingin kesana lagi) daaan dekatnya semenjak kelas 1 SMP. dia ada di kelas 1.1 sedangkan gw 1.2 waktu itu gak ada yg tau kita dekat sampai akhirnya kita pacaran ketika kelas 3 SMP. dan hanya satu orang teman kita berdua yg tau kalau kita pacaran. bahkan pacarannya pun bisa dibilang unik. hahaha
bangun pagi, dia yang sms dulu. mau pergi latihan basket (yang dia adalah salah seorang pemain basket di sekolahan) , bahkan sama siapapun dia pergi, dia kasih tau ke gw, padahal gw sama sekali nuntut untuk dia harus kasih tau apa yg dia kerjakan dan ketika imlek malah dia yang mengucapkan terlebih dahulu, padahal gw yg seharusnya bilang dan selamat imlek untuk dia.
Sampai akhirnya kita putus ketika kelas 1 SMA, gw jadi merasa sedih dan memang kata orang penyesalan memang datang terlambat. kita yang ketika SMA kelasnya sebelahan tapi kalau istirahat enggak pernah ketemu, paling ketemu sebentar ngobrol di depan kelas. “maaf, itu memang salah aku” bahkan sampai akhirnya entah kenapa, ketika gw lagi merasa jenuh, gw gak mau bls sms dan tlp dari dia itu sampai seminggu. dan akhirnya sampai suatu saat, sore sms masuk dan dia bilang “kalau kamu memang sudah enggak suka, kita lebih baik putus aja.” yah mungkin disana, lagi-lagi kesalahan gw. sebenarnya yg gw pikirkan saat itu bukan karena salah kamu atau bukan karena yang lainnya. karena perbedaan yang ada diantara kita. makasih ya, kamu pasti bisa dapat yang terbaik dan yang lebih dari aku. baik-baik sama pacar kamu yg sekarang ya. jaga dia.
- Christian Andrew -
PART 1

dari ketekmambu
begitulah cowok menurut gw. tapi, mungkin kalau bukan karena cowok, gw juga gak bisa dibuat dan dilahirkan. so?
pas malam sebelum tidur disaat aku lagi sakit sehingga harus bolak balik check up dan harus kembali ke jatinangor karena menyelesaikan tugas akhir. Aku sengaja tidak mau tidur di kasur sendirian. tapi lebih memilih tidur sama mama dibawah cuma beralaskan 2 kasur palembang..
saat itu cerita tentang ada rumah kontrakan yang besar, bagus dan harganya tidak terlalu mahal untuk sendirian karena berniat ingin membujuk mama untuk tinggal lebih lama diJawa Barat dulu daripada balik ke Pontianak. :
aku: mama, ada rumah kontrakan bagus, besar, kamarnya ada 7. harganya juga gak mahal lho ma..
mama: oh iya? ya sudah kamu ambil aja itu untuk tahun depan
aku: tapi ma, itu besar lhoo ma. ngapain juga sendirian ma?
mama: ya sudah kamu kos-in aja. untuk kamu 2 kamar. 5 nya yang di kos-in
aku: terus yang jadi Ibu kosannya siapa ma?
mama: ya kamulah, terus siapa lagi?
aku: -_-“
kenangan kedua:
dulu, pas awal mama kunjungin aku di Bandung sebelum hasil pengumuman SNMPTN keluar dan saat itu keadaannya aku luntang-lantung di Bandung dan cuma bengong di kosan kakak karena sama sekali gak tau jalan Bandung. akhirnya mama datang. dan dulu ketika aku berangkat ke Bandung sendirian, mama berulang kali bilang “biar mama temanin ya, mama beli tiket sekarang ya. masih sempat check in kok. ya, mama temanin ya” ~~ aah mama, aku sangat ingat moment itu..
kembali ke awal, akhirnya mama nemanin ke Bandung dan mama pengen masak. daaaaan mama suruh aku ke warung beli telur:
mama: dek, pergi ke warung ya. beliin mama telur. tapi mama gak mau setengah kilo, kebanyakan. setengah dari itu aja
aku: *mikir* ma, jadi bilangnya gimana ma? mas, mau beli telur setengah. tapi saya gak mau setengah. saya mau setengah dari setengahnya. bisa gak mas? gitu ya ma bilangnya?
mama: ternyata kamu lebih bodoh dari cacing. ya enggaklah *mama ngomong sambil medok Jawanya keluar* setengah dari setengah itu seperempat
aku: -___-“
kejadian berikutnya..
ada banyak kejadian yang mungkin kalau dituangkan bisa menjadi bertriliyun2 kertas. cuma, yang aku tau. mama akan ada disamping aku disaat aku membutuhkan mama. tapi, aku tidak bisa hadir disaat mama butuh seseorang :(



